Kamis, 16 Agustus 2012

PENGALAMAN PRAKTEK KDPK


Pada semester 2 ini mahasiswa AKBID PEMKAB KUDUS mendapatkan tugas yang memang wajib dilakukan oleh semua mahasiswa, yakni praktek KDPK yang langsung terjun kelahan yang telah ditentukan. Pada kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalamanku saat praktek di RSU. R.A KARTINI. Rumah Sakit ini terletak dijalan wachid hasyim Jepara. Direktur rumah sakit ini drg. Kusnarto, M.Kes. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit yang mempunyai tipe B. Jam pemberangkatanku pada hari selasa, 22 Mei 2012 pukul 09.00. Keberangkatan tim Kartini di dampingi ibu Magdalena. Pada perjalanan saya tidak merasa nyaman dengan kondisi yang ada di dalam mobil karena barang yang dibawa tim Kartini terlalu banyak melebihi batas muatan.





 
Selama perjalan tim kartini merasa resah dengan kondisi yang ada karena ketidak nyamanan di dalam mobil juga waktu yang sudah semakin mepet, karena tim Kartini diserah terimakan pukul 10.00 sementara itu jam 09.45 kita masih dalam perjalanan. Tim kartini sampai di Rsu.pada jam 10.30. Saat memasuki gerbang Rsu. perasaanku semakin dag dig dug dengan melihat keramaian yang ada dirumah sakit. Perlahan namun pasti aku memasuki Aula rumah sakit untuk mengikuti serah terima mahasiswa. Tim Kartini diterima oleh Diklat Keperawatan yang diwakili oleh Sri wahyuni, S.Kep setelah penerimaan mahasiswa saya dan tim Kartini menuju tempat kost yang berada di sebelah utara RSU R.A KARTINI semua barang bawaan diturunkan dari mobil dan saya baersama tim kembali lagi kerumah sakit untuk mangikuti orientasi terlebih dahulu. Tapi sebelum orientasi tim Kartini dipanggil dari pihak Diklat, ternyata masalah yang dibahas pada saat itu adalah tentang mahkota kebesaran kita yakni  “cap” yang sudah menjadi kebiasaan dikampus untuk menggunakannya setiap hari. Dari pihak rumah sakit meminta agar “cap” yang kita kenakan agar dilepas tidak dipakai selama praktek denga persetujuan dari pihak akademi. Kita juga disalahkan karna kita sudah terlambat saat penyerahan Setelah keluar dari ruang Diklat kita bersiap siap untuk mengikuti orientasi terlebih dahulu. Perjalan orientasi dimulai dari depan yakni tempat rawat jalan setelah itu kita menuju keruangan kejiwaan, ruang ini tidak pernah sepi karna hampir banyak orang yang jiwanya mengalami gangguan tidak mau diam dan selalu ingin bergerak aktif seperti manusia biasa. Setelah dari ruang kejiwaan kita menuju IGD, Laborat, Bank darah.
Perjalanan masih panjang tapi aku sudah merasa lelah, letih, lesu. Perjalanan dilanjut keruangan yang nantinya akan digunakan untuk praktek para mahasiswa. Perjalanan semaki panjang. Pada saat orientasi diruangan hampir semua karyawan yang bertugas mengucapkan kata-kata yang semuanya sama “lhu orientasi kok hari selasa,seharusnya hari senin. Setelah memasuki ruangan satu persatu, saya mempunyai kejadian yang membuatku malu karna pada saat orientasi diruang Kemuning tempatku partama praktek aku terjatuh dari tangga disitulah aku menjadi bahan tawa buat teman-temanku. Tubuhku semakin tak berdaya karna saya sudah merasa lelah mengikuti perjalanan berkeliling rumah sakit namun perjalanan harus tetap dilanjutkan. Setelah mengelilingi seluruh ruangan yang ada perjalan dilanjutkan menuju tempat laundry, disebelah tempat laundry terdapat ruangan yang digunakan sebagai ruang mayat. Pada waktu itu kita sangat beruntung karna kita bisa melihat langsung proses pendinginan mayat yang sedang berlangsung. Dari pihak kamar mayat mengizinkan kita untuk membuka langsung proses pendinginanya. Dengan perlahan pintu pendingin dibuka dan mayat dikeluarkan. Dari tim ada yang membuka alas yang digunakan untuk menutupi mayat tersebut. Tempat terakhir yang dikunjungi adalah tempat pembuangan sampah(Incenerator dan IPAL).
    Setelah orientasi selesai para mahasiswa memasuki ruangan yang telah ditentukan dari pihak rumah sakit. Saya pada minggu pertama mendapatkan tugas diruang kemuning, ruang yang merawat pasien dengan keluhan pada sistem sarfnya, diruang ini terdapat 32 bangsal. Setelah mendapatkan pengarahan dari kepala ruang tiba-tiba kepalaku pusing mataku berkunang-kunang seperti mau pingsan. Pada hari pertama praktek saya merasa tidak nyaman dengan pratek ini, aku pengen balik asrama lagi. Setiap hari saat berangkat pratek masalah yang aku dapat saat memasuki wilayah rumah sakit adalah perutku yang tiba-tiba mulas tanpa sebab. Pada praktek KDPK ini saya mendapatkan banyak ilmu baru yang sebelumnya belum pernah aku dapatkan. Pasien pertama yang aku tangani adalah Ny.p yang menderita hipertensi dan cest paint yang membutuhkan oksigen untuk membantu pernafasannya. Diruang kemuning ini terdapat banyak pasien yang menderita berbagai macam penyakit. Yang paling banyak adalah anemia, DM, HT.
    Pada minggu kedua saya mendapatkan piket diruang bougenvile yakni ruang nifas. Diruang ini rutinitas setiap pagi adalah memandikan bayi, personal higiene, memberikan suntik KB, dll. Diruang inilah sebagai awal dari profesi bidan yang sebenarnya. Pengalaman yang saya dapatkan diruang ini saya bisa melihat langsung proses curret. Dirumah sakit juga banyak praktekan dari universitas lain, disini kita  saling berbagi ilmu satu sama lain. Hari-hariku kini semakin berwarna dengan menikmati praktek dengan senang hati karna ini memang sudah niatku. Buat pihak rumah sakit terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya karna disinilah saya mendapatkan ilmu baru. Sekian cerita dari saya dan terima kasih.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar